Manfaat Sayur Organik

13 March 2017




Manfaat Sayur Organik Bagi Kesehatan

Konsumsi bahan pangan organik dari tahun ke tahun cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya kepedulian konsumen terhadap mutu produk dan kesehatan tubuh. Bahan pangan organik dibudidayakan pada lahan yang sehat tanpa menggunakan bahan-bahan kimia, baik yang berasal dari benih / bibit tanaman, pupuk, bahan pembasmi hama, maupun zat pemacu / pengatur tumbuh. Cara budidaya demikian dilakukan dengan input produksi dari bahan-bahan alami dan tidak tercemar senyawa kimiawi buatan. Peran pertanian organik baik dalam produksi, pengolahan, distribusi dan konsumsi bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kesehatan ekosistem dan organisme, dari yang terkecil yang berada di alam tanah hingga manusia. Secara khusus, pertanian organik dimaksudkan untuk menghasilkan makanan bermutu tinggi dan bergizi yang mendukung pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan.

Sayuran organik memiliki 50% lebih banyak antioksidan dari sayuran an organik, yang dapat menurunkan resiko penyakit kanker dan jantung. Sayuran organik juga mengandung lebih banyak vitamin dan mineral seperti besi dan zink. Dengan mengkonsumsi sayuran organik lebih dapat melawan kanker dan orang yang memakan makanan organik, kekebalan tubuhnya meningkat, tidur lebih nyenyak, dan berat badannya lebih ringan dari pada yang mengkonsumsi makanan non-organik. Kelebihan dari sayuran organik kandungan mineral tinggi, rasa lebih renyah, lebih manis, tahan disimpan dan terhindar dari residu kimia (pestisida dan pupuk kimia) yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker, sedangkan kelemahannya kemungkinannya penampilan produknya kurang menarik (berlubang) apabila dimakan ulat.

Manfaat Sayur Organik Bagi Lingkungan

Lingkungan adalah tempat dimana kita hidup dan bagian dari seluruh ekosistem yang ada di bumi. Dengan menjaga lingkungan berarti kita juga menjaga bumi dan tempat tinggal kita dari kerusakan. Saat ini telah banyak terjadi pencemaran lingkungan dan bumi yang kita tinggali semakin tua dan banyak bencana yang menimpa. Semua hal itu terjadi karena manusia yang kurang bisa menjaga lingkungannya dan cenderung mengeksploitasi alam. Salah satu hal yang mempengaruhi kondisi alam atau lingkungan adalah pertanian. Pertanian sendiri diartikan sebagai usaha manusia membudidayakan tanaman untuk memenuhi kebutuhan makanannya sehari-hari. Ada berbagai jenis sistem pertanian dewasa ini dan salah satunya adalah sistem pertanian organik, sistem ini disebut-sebut manfaat pertanian organik adalah sebagai sistem yang ramah lingkungan, mengapa demikian?

Metode pertanian organik bisa membantu manusia dalam usaha melestarikan lingkungan. Dengan tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya atau zat kimia dalam pertanian maka kelestarian alam dapat dijaga karena bahan alami yang digunakan dalam pertanian organik tidak mencemari lingkungan seperti tanah, air, udara dan sebagainya.

Tanah yang subur adalah modal bagi manusia untuk mendapatkan makanannya. Tanpa adanya tanah yang subur maka budidaya tanaman tidak bisa berlangsung meskipun saat ini sudah banyak metode pertanian yang dikembangkan tanpa menggunakan tanah. Meskipun demikian menjaga kstabilan dan kesuburan tanah tetaplah penting karena bukan hanya tanaman pangan saja yang membutuhkan tanah subur untuk tumbuh melainkan pohon yang menghasilkan oksigen. Dengan metode pertanian organik, petani tetap bisa mengolah lahannya berulang-ulang sehingga tidak perlu membuka lahan baru. Hal ini tentunya bisa mencegah pembukaan area hutan dan area lain dimana pepohonan tumbuh.

Tahukah anda bahwa pestisida dan pupuk kimia yang masuk kedalam tanah bisa mencemari air dalam tanah? Hal ini bisa berbahaya karena air dalam tanah biasanya akan mengalir ke dalam sumur dan sumbar mata air yang digunakan untuk konsumsi sehari-hari. Selain itu pencemaran air tanah juga bisa berakibat buruk bagi siklus air secara keseluruhan dan mengakibatkan masalah bagi manusia dan lingkungan tempat tinggalnya.

Pencemaran udara adalah salah satu hal yang tidak bisa dielakkan saat ini. Emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor tentunya berakibat fatal pada kondisi udara dan iklim begitu juga dengan gas emisi yang dihasilkan oleh mesin-mesin pertanian yang menggunakan bahan bakar fosil. Pertanian organik dapat mengurangi emisi tersebut karena metode pertanian ini tidaklah banyak menggunakan mesin pertanian yang menggunakan bahan bakar fosil. Selain itu, pertanian organik juga bisa mengurangi gas karbondioksida yang dikenal sebagai gas rumah kaca atau greenhouse effect yang bisa menyebabkan perubahan iklim dan merusak atmosfer.

Penggunaan pupuk dan pestisida kimia tentunya berbahaya bagi organisme lain seperti hewan serangga, cacing dan hewan lain yang tinggal dalam tanah, udara maupun air. Misalnya pupuk kimia yang digunakan dalam pertanian modern bisa menyebabkan pertumbuhan gulma pada sumber air misalnya sungai atau danau dan dikenal dengan istilah eutrofikasi. Hal ini bisa berbahaya bagi organism yang tinggal dan hidup dalam air sungai karena kebutuhan oksigen mereka tidak terpenuhi dan dikuasai oelh gulma tersebut. Selain itu, pestisida kimia yang digunakan bisa saja tidak hanya membunuh hama atau hewan yang menyerang tumbuhan tetapi juga mematikan serangga lain yang bermanfaat bagi tanaman.

Demikian manfaat pertanian organik bagi lingkungan yang bisa anda ketahui. Semoga bermanfaat.

Apa Itu Pertanian Organik?

Secara sederhana Pertanian Organik bisa diartikan PKB (Pertanian Kolot Baheula alias Pertanian Jaman dulu). Sistim Produksi pertanian yang terpadu dan berkelanjutan dengan mengedepankan agro-ekosistim termasuk keragaman hayati, siklus biologi, dan aktivitas biologi tanah. Oleh karenanya sistim pertanian ini tidak menggunakan bahan-bahan kimia, baik untuk pupuk, pestisida atau bahkan zat pengatur tumbuh. Secara lebih khusus ditegaskan termasuk tidak menggunakan benih hasil rekayasa genetika.

Ketegantungan terhadap pemakaian pupuk kimia dan pestisida kimia pada bidang pertanian telah mengakibatkan lahan yang semua gembur menjadi gersang dan tandus. Hal ini diakibatkan oleh reaksi pupuk kimia terhadap sifat fisik dan kimia tanah ditambah lagi dengan matinya organisme pengurai dalam tanah karena penggunaan pestisida kimia. Kondisi ini menjadi semakin buruk karena petani menjadi tergantung dengan bahan-bahan kimia tersebut. Sehingga dosis yang diberikan cenderung terus naik karena kekhawatiran gagal panen atau hasil yang kurang memuaskan.

Sayur organic adalah sayur yang bebas dari kandungan pestisida dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Sayuran organik lebih bagus manfaatnya dibanding dengan sayuran yang tidak organik. Tentunya sayuran organik lebih menyehatkan, dan bebas dari pestisida atau pupuk buatan. Sayuran organik lebih memiliki rasa manis, lebih banyak kandungan mineralnya, lebih renyah dibandingkan dengan sayuran yang non organik. Secara fisik, untuk sayur organic terkadang ada yang bolong dan bintik hitam, tetapi hal tersebut biasa mengingat itu adalah sayur organic. Karena sayur organic bebas dari pestisida sehingga terkadang dapat terkena hama tanaman. Beda dengan sayur non organic yang kelihatan mulus dan tidak ada bolong, itu karena pestisida kimia yang disemprotkan sehingga kebal terhadap Hama Tanaman.

Tips memilih sayuran organik maupun buah-buahan organik

  • 1. Sayur maupun buah organik terdapat logo sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi.
  • 2. Harga sayuran dan buah-buahan organik lebih mahal dari yang non organik.
  • 3. Walupun sayuran atau buah-buahan organik bebas dari pestisida, kita tetap harus mencuci bersih sebelum mengolah atau memakan produk tersebut dengan air yang mengalir kemudian dicuci lagi dengan air matang.
  • 4. Pilih produk pangan organik yang masih segar.